1,77Juta Pemilih Tetap Garut Bertabur Janji

Oleh : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 09/04 – 2014 ).

H. Mimin, SH
H. Mimin, SH

Dari sekitar 2,7 juta penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat, terdapat sekurangnya 1.777.832 di antaranya kini bertabur janji dan asa atawa harapan, bahkan juga mimpi serta angan-angan dari para “Calon Legislartif” (Caleg).

Sehingga pada pencoblosan Pileg, Rabu (09/04-2014), suara mereka amat-sangat diidolakan ratusan, malahan ribuan para calon wakil rakyat tersebut.

Apel Kesiapsiagaan, Rabu (09/04-2014) pagi.
Apel Kesiapsiagaan, Rabu (09/04-2014) pagi.

Agar 903.227 laki-laki, dan 874.605 perempuan dari “Daftar Pemilih Tetap” (DPT) itu, bisa mengantarkan para politikus, termasuk mungkin pekerja politik pada kursi di Senayan, DPD, DPRD Provinsi, serta DPRD Kabupaten/Kota.

Meski DPT Kabupaten Garut, tersebar pada 442 desa di 42 wilayah kecamatan, dengan 5.275 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Karena itu, hampir seluruh komponen dan elemen pemangku kewajiban ikut serta bahkan disibukan hari pencoblosan momentum helatan Pileg 2014 ini.

Termasuk Kesiapsiagaan Satuan Polisi Pamong Praja beserta Linmas, juga menyebar pada setiap TPS, termasuk kecamatan dan desa.

Memantau Pencoblosan Pileg 2014.
Memantau Pencoblosan Pileg 2014.

Kepala Bidang Linmas Satpol – PP, H. Mimin, SH katakan, menerjunkan 5.525 personil di wilayah perkotaan.

Kemudian Linmas pada setiap desa ada enam personil, serta pada setiap TPS terdapat dua Linmas.

Mereka berperan mengamankan sekaligus menyukseskan obsesi para Caleg, para Caleg dengan beragam syahwat, atawa libido kekusaannya.

Tetapi nyaris setiap Caleg, umumnya mengaku tampil lantaran “panggilan jiwa” ingin mengabdikan diri, membenahi daerah dan negara, serta ingin menyejahterakan masyarakat, katanya.

Pencoblosan Pileg di Lapas Garut.
Pencoblosan Pileg di Lapas Garut.

Janji manis dari lidah tak bertulang tersebut, sejak beberapa bulan terakhir gegap gempita dimana-mana, menembus dimensi ruang, dan waktu, kapanpun juga.

Berkumandang setiap hari, sejak terbit mentari hingga kembali terbenam.

Termasuk janji beserta Asa ditampilkan para Caleg, melalui beragam medium termasuk media luar ruang.

Mahalnya belanja atawa investasi politik ini, mungkinkah diikhlaskan lenyap jika tak terpilih, atawa apabila terpilih kudu kembali dengan nilai lebih besar, walauhualam bi sawab.

Kepala Lapas Garut, Budi Avianto.
Kepala Lapas Garut, Budi Avianto.

Kemudian, bagaimana pula “ending” nasib para pemilih terhimpun pada DPT, juga walauhualam bi sawab.

Barangkali, hanya dimensi waktu bisa membuktikannya, kita hanya bisa menunggu, bersama-sama.

Pada Pencoblosan Pileg 2014, Rutan Kelas II B Garut, terpaksa memulainya pada pukul 11.00 WIB.

Sebab menunggu pasokan logistik dari TPS. 06 Pakuwon, tetapi pada prinsipnya siap menyelenggarakan pencoblosan, dengan DPT sebanyak 178, serta DPTB (tambahan) petugas 22 pemilih.

Kepala UPTD Damkar Garut, Wawan Sobarwan, S.Sos.
Kepala UPTD Damkar Garut, Wawan Sobarwan, S.Sos.

Demikian dikemukakan Kepala Keamanan Rutan, Feri.

Rutan ini berkapasitas 175 penghuni, kini diisi 182 penghuni, banyak di antaranya titipan dari Kejaksaan.

Sedangkan pada Lapas Kelas II. B Garut, terdapat dua TPS.

Terdiri TPS 19 dengan 190 pemilih, serta TPS 20 dengan 191 pemilih.

Kepala Lapas Garut, Budi Avianto antara lain mengemukakan, seluruh proses pelaksanaannya berlangsung lancar, dan kondusif.

Pompa Apung.
Pompa Apung.

Justru kini diupayakan menunjang proses pembinaan, antara lain terus mengupayakan buku pada perpustaan Lapas itu.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Wawan Sobarwan, S.Sos mengemukakan seluruh jajarannya pun, bersiaga penuh pada hari pencoblosan Pileg 2014.

Dengan kesiapan seluruh armada mobil unit pemadam kebakarannya.

Bahkan kini dilengkapi dua unit pompa apung, sarana praktis dan sangat membantu jika terjadi peristiwa kebakaran, ungkapnya kepada Garut News.

Proses Pencoblosan Pileg 2014.
Proses Pencoblosan Pileg 2014.

Inilah Prosesi Pencoblosan Pileg, Rabu (09/04-2014).

Melibatkan peran serta seluruh elemen dan komponen masyarakat, juga para pemangku kewajiban di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sangat diharapkan para Caleg terpilih, kelak tak seperti “kacang lupa kulitnya’.

Lantaran selama ini, sangat banyak pengorbanan masyarakat.

Termasuk masyarakat, yang kerap tertipu, juga terbodohi janji palsu.

Rela mengotori jari tangan.
Rela mengotori jari tangan.

Masyarakat yang kerap tergusur, dan tak pernah mendapat lindungan atawa advokasi dari para wakilnya.

Juga masyarakat miskin, terhempas dari habitatnya akibat desakan perekonomian melilit isi perutnya.

Merekalah, selama ini diwakili studi banding ke luar negeri, diwakili memiliki mobil mewah, diwakili memiliki rumah serta vila mahal.

Serta diwakili merampok uang negara, juga uang milik rakyat.

Masyarakat juga, selama ini nyaris hanya diwakili berpenghasilan besar.

Diwakili mendapatkan hadiah, atawa uang sogokan.

Rutan Kelas II.B Garut.
Rutan Kelas II.B Garut.

Rakyat selamanya kerap diwakili para wakilnya yang terhormat, saatnya kini dimuliakan, dimanusiakan, tak lagi domobilisasi dan dipolitisir.

Lantaran di dunia ini, Tak ada Negara yang terbelakang, yang ada hanya salah urus.

Iwan Fals juga katakan, wakil rakyat dipilih bukan dilotre.

Sehingga kudu berani bicara lantang membela rakyat.

Bukan hanya tidur, pada sidang rakyat.

Wakil rakyat itu, orang hebat.

Komisioner Divisi Hukum dan Sosial KPU Garut, Reza, Menunjukkan Logistik Terpaksa Difoto Copy, serta Disambung sambung.
Komisioner Divisi Hukum dan Sosial KPU Garut, Reza, Menunjukkan Logistik Terpaksa Difoto Copy, serta Disambung sambung.

Juga kudu ingat saat kampanye membujuk rakyat, padahal sangat banyak di antara Caleg tak dikenal rakyat.

Tetapi nekad tersenyum dan menyapa, dengan dibungkus penampilan pakaian “adi”.

Nampang pada baliho dan poster, diluar kesadarannya memenuhi ruang publik, meski tak seluruh melihatnya bersimpatik.

Bahkan mungkin banyak menyaksikannya merasa amat-sangat muak.

Para wakil rakyat……kembalihah pada jalan yang benar……bro.

*******

Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment