15 Meninggal Dalam Pusaran Wabah Covid-19 di Garut

0
15 views
Ricky R Darajat Berkesibukan Sangat Padat.
Ilustrasi.

“Diselusuri Timkes UPT Puskesmas Sukamulya Sukaresmi”

Garut News ( Ahad, 19/04 – 2020 ).

Menjadi 15 meninggal dunia dalam pusaran perkembangan wabah pandemi Covid-19 di Kabupaten Garut hingga, Ahad (19/04-2020) Pukul 16.00 WIB, lantaran diperoleh informasi adanya orang meninggal beriwayat dari zona merah (Jakarta) ke Kecamatan Sukaresmi.

“Sehingga Tim Kesehatan UPT Puskesmas Sukamulya Sukaresmi masih menyelenggarakan penelusuran,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat, Ricky R Darajat, SH.

Sunyi Sepi.

Bahkan kepada Garut News Ricky R Darajat katakan berdasar dataTim Surveilans Dinkes kabupatennya yang tervalidasi, kasus Covid-19 Positif tetap tiga kasus (Laki-laki dua kasus, dan satu perempuan).

Sedangkan total kasus Covid 19 (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) menjadi 2.482
kasus, terdiri dari OTG 316 orang (delapan OTG baru dan 308 OTG lama), terdapat 157 masih dalam tahap observasi serta 159 selesai masa observasi.

Disusul ODP 2.128 kasus (93 kasus masih pemantauan, empat dalam perawatan, dan 3.031 selesai pemantauan, ada delapan di antaranya meninggal).

Kemudian PDP 35 kasus (dua kasus sedang dalam perawatan, dan 33 kasus selesai pengawasan, terdapat enam di antaranya meninggal).

Kembali dikemukakan, konfirmasi + : tiga kasus terdiri dua dalam perawatan di RSUD dr Slamet, satu kasus Isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium. Jumlah ODP terdeteksi hari ini pada fasilitas kesehatan mencapai 24 kasus.

Hari ini juga mendapatkan laporan, dugaan adanya OTG (Laki-laki 20 tahun, Kec. Cisurupan) baru datang dari Jakarta.

Hasil penelusuran tim surveilans dan UPT Puskesmas Cisurupan diperoleh data, OTG tersebut memiliki riwayat pernah kontak dengan kasus konfirmasi di Jakarta dan telah mendapatkan pemantauan di
Wisma Atlet Jakarta selama 10 hari (pada 8 hingga 18 April 2020).

Maka Tim kesehatan UPT Puskesmas Cisurupan langsung melakukan langkah-langkah respon : Surveilans ketat berupa pengambilan sampel melalu rapid test dan hasilnya dinyatakan non reaktif.

Berkoordinasi dengan pihak terkait (unsur pemerintahan desa) dan kepolisian setempat untuk pemantauan kesehariannya.

Diwajibkan kepada OTG tersebut untuk isiolasi mandiri selama 14 hari ke depan, dan dipastikan hari ke-10 untuk diulang kembali pemeriksaan rapid test.

“Malahan hari ini pun, diperoleh pula informasi terdapat yang meninggal dengan riwayat dari zona merah (Jakarta) ke Kecamatan Sukaresmi. Sehingga proses penelusurannya  oleh Tim kesehatan UPT Puskesmas Sukamulya Sukaresmi masih  berlangsung.”

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here