149.880 Warga Garut Terdampak Kekeringan 2.498 Hektare Sawah

0
34 views
Kekeringan Ranggas Wilayah Garut Utara.
Kering Kerontang.

“50.760 Penduduk Di antaranya Rawan Daya Beli”

Garut News ( Kamis, 25/07 – 2019 ).

Sedikitnya 149.880 warga Kabupaten Garut, terdampak kekeringan 2.498 hektare sawah. Bahkan sekitar 50.760 penduduk di antaranya berkondisi rawan daya beli lantaran 846 hektare mengalami puso atau gagal panen.

“Mereka tersebar pada 266 desa di 40 wilayah kecamatan, dengan luas tanaman yang terancam hingga 24 Juli 2019 mencapai 3.221 hektare, dari luas tanaman 29.881 hektare” ungkap Koordinator “Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan” (POPT) kabupaten setempat Syarifudin didampingi stafnya Ahmad Firdaus, Kamis (25/07-2019).

Jajaran ‘Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan’ (POPT).

2.498 hektare sawah yang diranggas kekeringan akibat kemarau panjang tersebut, milik sekitar 49.960 kepala keluarga petani yang menghidupi sedikitnya 149.880 anggota keluarga terdampak kekeringan ini.

Terdiri kerusakan beratnya 644 hektare, 490 hektare rusak sedang, dan 518 hektare rusak ringan, dengan upaya penanganan gilir giring serta pompa air seluas 1.293 hektare.

Sedangkan 846 hektare sawah di antaranya mengalami gagal panen, milik sekitar 16.920 kepala keluarga petani yang menghidupi sedikitnya 50.760 anggota keluarga kini berkondisi rawan daya beli.

Tak Menyisakan Meski Setetes Air pun.

“Pameungpeuk Terparah Diranggas Kekeringan”

Sedangkan kekeringan terparah melanda wilayah Kecamatan Pameungpeuk mencapai 310 hektare padi sawah puso milik sekitar 6.200 kepala keluarga petani, yang menghidupi sedikitnya 18.600 anggota keluarga juga sekarang berkondisi rawan daya beli.

Mereka tersebar pada delapan desa, terdiri Desa Pameungpeuk dengan 27 hektare padi sawah gagal panen, Mancagahar (59 hektare), Jatimulya (54 hektare), Bojong (34 hektare), Mandalakasih (56 hektare), Paas (15 hektare), Sirnabakti (44 hektare), serta di Desa Bojong Kidul berakibat 21 hektare padi sawah gagal panen.

Ilustrasi. Kolam Air Mancur Taman Alun Alun Kecamatan Tarogong Kaler Juga Kering Kerontang.

Disusul kekeringan paling parah berikutnya meranggas 286 hektare padi sawah di Kecamatan Cibatu, 92 hektare di antaranya mengalami gagal panen, 61 hektare rusak berat, 81 hektare rusak sedang, dan 52 hektare rusak ringan, 197 hektare terancam, dengan luas tanaman padi 722 hektare yang tersebar pada 11 desa.

Kemudian kekeringan terparah ketiga meranggas 216 hektare di Kecamatan Cisompet, 140 hektare di antaranya gagal panen, dan 76 hektare rusak berat, terancam 112 hektare, dengan luas tanaman padi 1.080 hektare yang tersebar pada 11 desa.

Ahmad Firdaus katakan, kekeringan yang meranggas padi sawah musim tanam 2019 ini, antara lain lantaran kemarau panjang yang berlangsung lebih awal pada Meli lalu, yang diperkirakan hingga Oktober mendatang.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here