124.500 Penduduk Garut Berpotensi Terancam Rawan Pangan

0
64 views
Kekeringan 102 Hektare Padi Sawah di Kecamatan Pakenjeng, Dengan 217 Hektare Terancam.
Petani di Wilayah Kecamatan Tarogong Kidul Menunggu Tibanya Aliran Pembagian Air.

“Mereka Kini Terancam Rawan Daya Beli Lantaran 2.075 Hektar Padi Kekeringan”

Garut News ( Senin, 15/07 – 2019 ).

Sedikitnya 124.500 penduduk Kabupaten Garut dari sekitar 41.500 kepala keluarga pemilik 2.075 hektare padi sawah yang diranggas kekeringan, kini berkondisi terancam rawan daya beli. Bahkan jika gagal ditanggulangi sangat berpotensi bisa terancam menjadi rawan pangan.

Seluas 2.075 hektare padi sawah yang diranggas kekeringan hingga 15 Juli 2019 ini. Terdapat 497 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen milik sekitar 9.940 kepala keluarga petani yang menghidupi sedikitnya 19.920 penduduk sehingga mereka kini berkondisi mengalami rawan daya beli.

Koordinator “Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan” (POPT) kabupaten setempat Syarifudin katakan diagendakan pada, Kamis (18/07-2919), diselenggarakan Pencanangan Gerakan Mitigasi Kekeringan di Desa Cibunar oleh Bupati.

Syarifudin.

Jajaran POPT selain mengemban tugas di lapangan dengan mendiagnosa “Amati, Kenali, Kendalikan” (AK2), juga memberikan kontribusi informasi untuk menentukan kebijakan penanggulangan, katanya, Senin (15/07-2019).

Sedangkan yang mengalami rusak berat mencapai 353 hektare juga kini terancam menjadi puso, kemudian 627 hektare rusak sedang yang terancam menjadi rusak berat.

Areal Gagal Panen di Desa Neglasari Pakenjeng.

Demikian pula 598 hektare rusak ringan bisa terancam menjadi rusak sedang, apabila upaya penanggulangannya mengalami kegagalan.

Dalam pada itu dari 29.881 hektare luas tanaman padi sawah per 15 Juli 2019, yang terancam kekeringan kini mencapai 3.912 hektare tersebar pada 258 desa di seluruh kabupaten tersebut.

Rekahan Areal Padi sawah Desa Neglasari Pakenjeng.

“Sedikitnya 6.120 Warga Pakenjeng Terancam Rawan Daya Beli”

Sedikitnya pula kini ada 6.120 warga di wilayah Kecamatan Pakenjeng Garut berkondisi terancam rawan daya beli. Mereka dari sekitar 2.040 kepala keluarga pemilik 102 hektare padi sawah yang mengalami kekeringan hingga 15 Juli 2019.

Seluas 29 hektare di antaranya rusak berat yang kian terancam menjadi gagal panen, bahkan ada juga areal persawahan yang sekarang berkondisi menyerupai ladang bongkahan tanah kering, sehingga rumput pun tak bisa tumbuh.

Kekeringan Ranggas Padi Sawah Cibatu.

Kemudian 73 hektare rusak sedang juga terancam bisa menjadi rusak berat. Sedangkan dari 1.944 hektare luas tanaman padi di Kecamatan Pakenjeng tersebut, mencapai 217 hektare di antaranya terancam kekeringan yang tersebar pada 12 desa.

Termasuk Desa Neglasari, yang kini juga sangat mendesak bisa segera terdapat pengeboran berkedalaman 50 meter lebih guna memenuhi areal persawahan, serta pemenuhan kebutuhan air minum dan lembaga pendidikan formal keagamaan.

Kekeringan di Wilayah Kecamatan Cibatu.

Di desa ini pun, ungkap warga setempat termasuk Dr Wahyu Hidayat, MA tak pernah ada terdengar gaungnya mendapatkan bantuan pompa air.

Kepala Seksi Sarana dan Pembiayaan pada Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dudung Sumirat menyatakan bakal diupayakan memberi bantuan pompa air jika kembali instansinya mendapat pasokan, namun mohon sering diingatkan adanya kebutuhan di Desa Neglasari itu, katanya pula.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here