117 Pengungsi Amuk Cimanuk Krisis Air Bersih

0
29 views
Lokasi Hunian Sementara LPSE Alami Krisis Air Bersih.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 11/11 – 2016 ).

Lokasi Hunian Sementara LPSE Alami Krisis Air Bersih.
Lokasi Hunian Sementara LPSE Alami Krisis Air Bersih.

Sebanyak 117 pengungsi atawa 28 “kepala keluarga” (KK) korban terdampak amuk Sungai Cimanuk Garut, Jawa Barat, kini mengalami krisis air bersih.

Sehingga mereka terpaksa kerap mendatangi rumah penduduk maupun rumah saudara guna memenuhi kebutuhan bahan pokok tersebut.

Lantaran jaringan air ledeng “Perusahaan Daerah Air Minum” (PDAM) pada lokasi hunian sementara LPSE di Jalan Pramuka acap tak mengalir terutama pagi hari.

Seorang Pengungsi Menunggu Saat Melahirkan, Diperparah Krisis Air Bersih.
Seorang Pengungsi Menunggu Saat Melahirkan, Diperparah Krisis Air Bersih.

Kondisi itu, juga diperparah sumur pompa yang tersedia justru sering hanya mampu mengalirkan kapasitas air sebesar “ekor tikus”, ungkap sejumlah pengungsi, yang selama ini senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sementaranya ini.

Agus Setiawan, petugas Posko dari Kelurahan Pakuwon kepada Garut News, Jum’at (11/11-2016), mengakui kondisi krisis air bersih yang dialami seluruh pengungsi pada hunian sementara tersebut.

Mereka terdiri 100 KK maupun 46 pengungsi berasal dari Desa Haurpanggung, serta 18 KK atau 71 pengungsi lainnya berasal dari Kelurahan Pakuwon. Mulai menempati hunian sementara LPSE pada 20 Oktober 2016.

Terdapat pula dua pengungsi di antaranya berstatus janda berusia 45 tahun atas nama Eka Kartina, yang hingga kini berprofesi sebagai pemulung dengan beban keluarga antara lain dua anak yang masih sekolah di SD dan SMP.

Deni Suherlan Bertsama Jajaran Distarkim.
Deni Suherlan Bersama Jajaran Distarkim.

Sedangkan pengungsi berstatus janda lainnya atas nama Heni Titin berusia 61 tahun, kerap ditemani dua cucunya, sebab anak-anak kandung lainnya meski sudah berkeluarga namun bernasib sama sebagai pengungsi.

Desakan segera bisa terpenuhinya air bersih, antara lain pula terdapatnya seorang pengungsi yang kini menunggu waktunya melahirkan.

Sangat dikhawatirkan, jika terus-menerus terjadi krisis air bersih, bisa menyebabkan para pengungsi bahkan terpaksa memenuhi kebutuhan air bersihnya kembali lagi ke Sungai Cimanuk.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Sukasenang Banyuresmi pada Posko Hunian Sementara LPSE itu, mengemukakan keluhan selama ini para pengungsi, antara lain “insfeksi saluran pernapasan akut” (Ispa), batuk, perut mules, serta hiperetensi, namun bisa teratasi sebab dalam pengawasan Puskesmas Siliwangi.

Petugas Posko Kesehatan di Lokasi Hunian Sementara LPSE.
Petugas Posko Kesehatan di Lokasi Hunian Sementara LPSE.

Dalam pada itu Kepala “Dinas Tata Ruang dan Permukiman” (Distarkim) kabupaten setempat, Ir H. Deni Suherlan, M.Si ketika didesak pertanyaan Garut News katakan, segera melakukan pengecekan lapangan atas terjadinya krisis air bersih pada hunian sementara LPSE ini.

Bahkan pihaknya segera berkoordinasi dengan PDAM, sekaligus secepatnya mencari sulusi agar terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi para pengungsi tersebut, katanya.

Kini di DPRD juga terdapat kalangan HMI Garut, yang memermasalahkan kinerja PDAM selama ini, dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

 

********