11.959 Penduduk Terancam Rawan Pangan Dibantu Beras

0
35 views
Kekeringan Antara Lain Terjang Wilayah Kecamatan Pakenjeng.
Petani Kecamatan Cibatu Renungi Bongkahan Tanah Kering Diranggas Kemarau Panjang.

“Dinsos Garut Salurkan Bantuan 33.482,2 kg Beras”

News ( Kamis, 19/09 – 2019 ).

Sedikitnya 11.959 penduduk dari 3.013 KK terdampak kekeringan kemarau panjang 2019 di Kabupaten Garut, yang terancam rawan pangan lantaran rawan daya beli akibat hilangnya penghasilan mereka, mendapatkan bantuan 33.482,2 kg beras guna memenuhi kebutuhan pokok pangannya.

Buruh tani tersebut tersebar pada 15 desa, dan dua kelurahan di tujuh wilayah kecamatan. Umumnya berada di wilayah selatan Garut, terdiri Kecamatan Cisompet, Pameungpeuk, Cikelet, Mekarmukti, dan Kecamatan Pakenjeng.

Sedangkan dua kecamatan lainnya di wilayah tengah meliputi Kecamatan Garut Kota, dan Kecamatan Karangpawitan.

Warga terbanyak terancam rawan pangan itu, terdapat di Kecamatan Cikelet mencapai 971 KK atau 3.484 orang, tersebar di Desa Karangsari, dan Desa Ciroyom. Kemudian warga Kecamatan Mekarmukti mencapai 641 KK atau 2.656 orang, tersebar di Desa Cijayana, Mekarmukti, Karangwangi, Jagabaya, dan Desa Mekarsari.

“Kita mengambil beras cadangan pemerintah di Gudang Bulog, sekarang diambil masing-masing kepala desa untuk disalurkan ke warganya yang benar-benar berkondisi mengkhawatirkan akibat kekeringan,” ungkap Kabid Jaminan Perlindungan Sosial Dinsos Garut Heri Gunawan didampingi Kasi Perlindungan Sosial Budiyana, Rabu (18/09-2019).

Dikemukakan Budiyana, total bantuan beras ini mencapai 33, 5 ton atau 33.482,2 kilogram. Dengan asumsi setiap orang mendapatkan bantuan 0,4 kilogram per hari untuk selama tujuh hari.

Penerima manfaat bantuan tersebut, merupakan buruh tani kehilangan penghasilan terutama akibat lahan tanaman padi sawahnya tak bisa diolah, bahkan mengalami gagal panen lantaran diranggas kekeringan.

“Sebenarnya penderita rawan daya beli di Garut jumlahnya lebih dari yang baru bisa kita tangani. Kita pun berupaya selektif , mereka benar-benar rawan daya beli, dan memang mendesak membutuhkan bantuanlah diberikan bantuan beras pemerintah,” ujar Budiyana.

Sehingga diharapkan bantuan beras disalurkan melalui Dinsos itu, bisa meringankan beban hidup masyarakat korban kekeringan terutama berkaitan pemenuhan kebutuhan pokok pangannya.

Dinas pertanian mencatat hingga per 15 September 2019 terdapat sedikitnya 15.645 KK petani, setara 78.225 orang, di Garut terdampak kekeringan mengalami rawan daya beli.

Dari seluas 42.663 hektare lahan sawah di Garut, seluas 3.129 hektare di antaranya diterjang kekeringan bahkan seluas 1.940 hektare gagal panen. Sedangkan luas areal sawah terancam mencapai 2.525 hektare.

“Wilayah selatan paling parah dirangga kekeringan, juga sebagian wilayah utara,” ungkap Kepala Seksi Serelia Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Garut, Endang Junaedi.

Dikatakan, areal pertanian terdampak kekeringan tak hanya tanaman padi sawah persawahan, melainkan pula komoditas lain seperti jagung, kedelai, cabe, bawang merah, dan lainnya.

Hingga akhir Agustus 2019, tercatat tanaman jagung gagal panen mencapai 1.196 hektare dari total lahan tanaman terserang kekeringan 1.602 hektare, kedelai diranggas kekeringan mencapai 313 hektare, cabe merah kekeringan 13 hektare, serta bawang merah 20 hektare.

*********

(Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here