Arus Mudik Lebaran Tujuan Garut Masih Sepi

by

Garut News ( Senin, 21/07 – 2014 ).

Terminal Guntur, Garut, Jabar. (Foto : Hidayat).
Terminal Guntur, Garut, Jabar. (Foto : Hidayat).

– Menjelang H-7 Idul Fitri situasi Terminal Guntur Garut masih relatif normal.

Belum tampak lonjakan penumpang bus dari arah Jakarta, Bandung atawa kota besar lain turun, di terminal tersebut.

Jumlah penumpang turun dari bus-bus maupun elf tiba di Terminal ini masih tampak tak terlalu banyak.

Jumlah pemudik belum mengalami peningkatan signifikan meski anak-anak sekolah memasuki libur panjang Lebaran Idul Fitri.

Hingga sore, bus-bus besar tujuan Bandung, Jakarta dan lainnya bahkan berjajar antri (ngetem) di pintu keluar terminal menunggu para calon penumpang.

Sejumlah armada taksi juga menanti calon penumpang turun dari bus pun berbaris sekitar terminal, Ahad (20/07-2014).

Salah seorang penumpang baru turun dari sebuah bus jurusan Leuwipanjang-Garut di Terminal Guntur Garut, Haniful(36), katakan, walaupun dipastikan para pemudik mulai meninggalkan kota-kota besar tetapi jumlah pemudik angkutan umum sepertinya masih belum meningkat.

Itu dirasakannya sendiri, katanya.

Selama perjalanan dari Serang Banten menuju Terminal Leuwipanjang Bandung, kemudian dilanjutkan naik bus menuju Terminal Guntur Garut, jumlah penumpang bus masih bisa dihitung jari.

“Selama perjalanan juga relatif lancar. Namun tetap saja waktu tempuh menuju Garut terasa lambat. Bukan lantaran kemacetan melainkan busnya beberapa kali mengetem pada sejumlah tempat sebab jumlah penumpangnya minim. Bus lain maupun elf pun saya lihat sama saja,” ungkap warga asal Ciruas Serang itu.

Dia mengaku datang ke Garut mengantar isteri dan anak-anaknya berlebaran pada kampung halaman di Cilawu Garut.

Sedangkan dia berencana segera kembali ke Serang sebab tempatnya bekerja belum libur.

Kemudian menyusul keluarganya berlebaran di Garut sekitar 24 Juli mendatang.

Haniful menduga, hingga kini, para pemudik masih lebih didominasi mereka menggunakan kendaraan pribadi, roda empat atawa sepeda motor.

Ungkapan senada dikemukakan penumpang lainnya, Sa’adah(66).

“Perjalanan sebenarnya lancar, tetapi kendaraannya kerap mengetem lantaran jumlah penumpang kurang,” kata warga asal Pataruman Tarogong Kidul, mengaku baru menghabiskan Ramadhan di Bandung, dan kini pulang ke Garut hendak berlebaran.

Pantauan lapangan menujukkan, keberangkatan armada angkutan bus maupun elf dari Terminal Guntur Garut tujuan kota-kota besar masih normal.

Bahkan kendaraan-kendaraan tersebut tampak mengetem pada sejumlah titik lokasi menunggu kedatangan para calon penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan kabupaten setempat Wahyudijaya, jelaskan kemungkinan jumlah pemudik turun di Terminal Guntur mulai berdatangan pada Senin (21/07/2014).

Puncak arus mudik sendiri diperkirakan terjadi pada H-4 atau 24 Juli, seiring mulai liburnya para pekerja kantoran, pabrik, maupun instansi lainnya.

“Untuk menghadapi lonjakan pemudik ini, kita sudah siagakan Posko Gabungan di Terminal Guntur, plus Posko Kesehatan. Namun pada puncak arus mudik nanti, pos kesehatan ini akan ditempatkan terpisah supaya lebih fokus memberikan pelayanannya,” kata Wahyudijaya.

******

Noel, JDH.