1.756 Korban Banjir Cimanuk Garut Tercerai Berai

by
Koordinator Huntara LPSE, Agus Setiawan Jelaskan Bio data Para Pengungsi.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 17/10 – 2017 ).

Koordinator Huntara LPSE, Agus Setiawan Jelaskan Bio data Para Pengungsi.

********* Dari sedikitnya 2.525 penduduk atau 787 “kepala keluarga” (KK) korban terdampak banjir bandang puncak amuk Sungai Cimanuk pada 20 September 2016 silam, hingga kini lebih satu tahun pascabencana tersebut. Ternyata masih terdapat 1.756 penduduk atau 596 KK di antaranya tercerai berai domisilinya.

Lantaran berdasar produk pendataan diselenggarakan Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana pada Dinsos kabupaten setempat, Budiyana menunjukan kondisi terakhir pengungsi yang berada pada empat “hunian sementara” (Huntara), Selasa (17/10-2017), hanya 191 KK atau 769 pengungsi.

Kejenuhan di Pengungsian.

*************** Terdiri pada Huntara LEC ada 14 KK atau 70 pengungsi, Gedung Islamic Center 45 KK atau 160 pengungsi, Gedung LPSE 28 KK atau 127 pengungsi, Gedung Balai Paminton 10 KK atau 36 pengungsi, serta di Rumah Susun milik PU terdapat 94 KK atau 376 pengungsi.

Sedangkan yang telah menempati rumah tapak di Blok Kopi Lombong 42 KK pengungsi, namun yang kini menempatinya masih bisa dihitung dengan jari, lantaran selain menunggu tuntasnya sambungan aliran listrik. Juga banyak rumah di antaranya yang kini sedang direhabilitasi para pemiliknya.

Dalam pada itu sekitar 1.756 penduduk atau 596 KK korban terdampak tragedi banjir bandang ini, mereka tercerai berai selain banyak di antaranya menempati rumah kontrakan, rumah sanak saudara, juga banyak pula di antaranya menempati rumahnya semula di lokasi rawan bencana.

Seluruh korban terdampak bencana tersebut, sangat mengharapkan bantuan permodalan dari pemerintah, juga bisa diperolehnya pemberian keterampilan.

 

********