1.500 KK Penduduk Garut Diduga Rawan Pangan

0
59 views
Ilustrasi : Muhamad Erwin Ramadhan.

“Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengakui kemiskinan banyak berlangsung di desa, dan persediaan makanan menipis akibat kekeringan. Sehingga kekurangan pangan banyak terjadi di pedesaan, dan perkampungan”

Garut News ( Ahad, 14/10 – 2018 ).

Ilustrasi : Muhamad Erwin Ramadhan

Ada sekitar 1.500 kepala keluarga (KK) pada dua desa di wilayah kecamatan Selatan Garut kini berkondisi darurat kekeringan. Bahkan diduga kuat mereka mengalami rawan pangan.

Terdiri 1.000 KK diduga mengalami rawan pangan tersebut berada di Desa Pancasura Kecamatan Singajaya, serta 500 KK lainnya di Desa Sindangsari Kecamatan Cisompet.

Diranggas Kekeringan.

Kepala Bidang Jaminan Perlindungan Sosial pada Dinas Sosial kabupaten setempat, Heri Gunawan mengakui pihaknya menerima laporan tertulis dari Kepala Desa Sindangsari, dan Kepala Desa Pancasura mengenai adanya warga mengalami rawan pangan itu. Hal ini terjadi menyusul kekeringan hebat melanda areal pertanian mereka.

Lahan pertanian tak bisa diolah, atau mengalami gagal panen.

“Khusus 500 KK di Sindangsari, itu korban pergerakan tanah dulu kini berada di tempat relokasi,” ungkap Heri, Ahad ( 14/10 – 2018 ).

Menurutnya, segera setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, dan dinyatakan kondisi warga di kedua desa tersebut darurat kekeringan, maka langkah dilakukan Dinas Sosial merealisasikan bantuan cadangan beras pemerintah.

“Untuk tanggap darurat, bantuan beras diberikan itu 0,4 kilogram per jiwa untuk tiga kali makan per hari, selama 14 hari,” kata Heri.

Kepala DKP Enok Rihawati melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Yanto Helyanto katakan, pihaknya belum menerima laporan adanya warga di dua desa di dua kecamatan di selatan Garut mengalami rawan pangan. Sehingga pihaknya belum menentukan langkah mesti dilakukan.

“Mesti dicek dulu, kondisinya seperti apa. Apa benar rawan pangan? Atau, rawan daya beli? Dan, rawan pangan pun bukan berarti terjadi ketiadaan pangan, melainkan rentan terjadi ketiadaan pangan. Nah, penyebabnya juga mesti ditelusuri. Sehingga langkah penanganan darurat maupun jangka panjangnya jelas,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengakui kemiskinan banyak berlangsung di desa, dan persediaan makanan menipis akibat kekeringan. Sehingga kekurangan pangan banyak terjadi di pedesaan, dan perkampungan.

Hal itu disampaikan ketika membuka Sosialisasi “Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa” (P2KTD) dan Rakor “Program Inovasi Desa” (PID) Kabupaten Garut di Cipanas, Rabu ( 10/10 – 2018) lalu.

*********

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat/Ilustrator Muhammad Erwin Ramadhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here